Panduan ini adalah untuk para katekis dalam Sesi “Tuhan dalam Sekotak Nasi”
Dalam sesi tersebut, Ibu Bapak katekis adalah fasilitator penuh. Ibu bapak akan menemani anak-anak dalam seluruh proses mereka.
- Hari kedua, jam 05.00 – 05.30 ajaklah anak-anak memulai hari dengan Lectio Divina. Panduan Lectio Divina bisa dilihat dari halaman utama.
- Setelah itu bersama dengan para pendeta Balewiyata, Ibu, Bapak dan anak akan berjalan ke pasar sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Sepulang dari pasar anak-anak bisa membagi diri, ada yang sarapan ada yang proses menyiapkan masakan.
- Ketika berproses memasak, ibu Bapak mohon tidak membantu mereka memasak. Silakan terlibat jika anak-anak benar-benar mengalami kesulitan, atau misalnya ketika proses memasak dan mengemas ada hal yang cukup membahayakan. Selebihnya izinkan mereka berproses dengan mandiri. Ini latihan bagi mereka. Namun, mohon ditemani, tidak ditinggal. Kita mungkin terlihat menganggur, tapi tidak, karena kita menemani mereka dan melihat seluruh prosesnya.
- Nasi bisa diambil di rumah Pdt. Chrysta ketika pukul 09.00. Setiap kelompok disiapkan nasi sejumlah yang akan dibagikan dan dimakan anak-anak dan pendamping kelompok.
- Pada pukul 09.00, Pdt. Gide akan berkeliling mengingatkan waktu memasak dan mengemas kurang 1 jam.
- Jam 10.00 harapannya semua sudah selesai. Ketika itu peran Ibu Bapak menjadi utama.
- Ajaklah anak-anak di rumah tempat memasak, berkumpul dan sharing bersama. Beberapa pertanyaan sharing misalnya (a) Bagaimana persaan anak-anak ketika proses hari ini? Biasa saja? Senang? Marah? (b) Apa yang mereka pelajari dari proses berunding tadi malam hingga proses mengemas masakan tadi? (c) Jika memasak ini adalah pengalaman bersama Tuhan dan sesama bagaimana anak-anak menghayati proses bersama Tuhan dan sesama tersebut?
- Setelah itu bagikan sedikit mengenai Spiritualitas Keseharian yang terdapat dalam materi Calon Sidi ini.
- Jam 10.30, anak-anak diajak mengumpulkan makanan halaman utama (tempat kemah), ada mobil Balewiyata yang sudah siap menunggu. Setelah itu bersama kita akan berjalan ke alun-alun dan membagikan makanan.
- Setelah membagikan makanan kumpulkan anak-anak sambil makan siang bersama tanyakan kepada mereka apa yang mereka dapatkan/ rasakan dari proses membagikan makanan ini? (b) apa yang menyenangkan? apa yang tidak menyenangkan? (c) bagaimana menghubungkan proses berbagi makanan ini dengan panggilan iman kita?
- Mohon dalam sharing setiap pendapat diberikan apresiasi. Dan ajarlah anak-anak melihat bahwa dalam setiap hal yang dilakukan, ketika kita memaknainya, maka hal tersebut menjadi pengalaman spiritual bagi kita. Jadi hal spiritual tidak hanya di gereja, tetapi pada setiap hal yang dilakukan sehari-hari dan dimaknai.
Selamat berproses bersama. Tuhan memberkati.
Leave a Reply